Aing Tea!
July 1st, 2008 by Gage Batubarambak_nur: humm tahulah knapa itu pakde lengket kali
mas_pur: karna kami sama2 manis?
mbak_nur: erghhhhh
mbak_nur: ga mau jawab *siul-siul*
mbak_nur: ntar ada yg gr
mbak_nur: *tertawa*
mas_pur: ah.. jawabanmu sama seperti jawaban wanita yg lainnya kok, jadi buat apa mesti GR
mbak_nur: eh kan aku blum ksih jawaban mas
mbak_nur: siapa pula yg bilang manis
mbak_nur: *tertawa*
mas_pur: aku tau km gak bakal bilang manis krn km gak mau disamakan dengan wanita lain bukan?
mbak_nur: dyaaarrrr
Blog By Chocolate
June 29th, 2008 by Gage BatubaraMemang banyak alasan mengapa kita nge-blog, saat ini saya yakin dari blog kita bisa mendapatkan lebih banyak suka dibanding duka. Lihat saja nona dan tuan itu, lewat blog mereka saling mengenal dan kini dimabuk asmara. Tak pula hanya soal asmara yang mereka dapatkan, ternyata Dagdigdug pun menghadiahi mereka alat komunikasi agar kisah mereka selalu membara.

Tak mau kalah dari cerita pasangan itu, hari ini saya mendapat cerita suka dari sebuah blog.
Sore ini saya mengunjungi Death By Chocolate yang berada di jalan Ceremai 22 Bogor, dengan tujuan hanya sekedar ingin berfoto-foto makanan favorit yang ada disana sekalian memperbanyak koleksi foto makanan saya. Setelah bertanya-tanya soal makanan favorit disana, ternyata makanan favoritnya adalah Fritata (spageti bakar), Death by Chocolate (coklat), Granita (minuman) dan Hot by Chocolate (minuman). Akhirnya saya pun memutuskan untuk memesan Death by Chocolate untuk dibawa pulang dan Hot by Chocolate yang dicampur dengan sedikit Liquor. Terdengar sedap bukan?
Setelah pesanan itu dihidangkan diatas meja, langsung saja senjata perekam gambar itu saya keluarkan dan memulai aksi saya. Tak lama pramusaji bertanya “Foto-foto buat apa mas?” dengan senyum Indonesianya. Ah, spontan saya jawab “Anu mas, saya mau menulis tentang tempat ini dan makanan favoritnya di blog saya. Boleh?”. “Wah boleh sekali mas. Bentar, biar supervisor saya yang membantu mas” langsung saja dia memanggil supervisor itu. Tak lama sang supervisor pun datang dan menemani saya menikmati coklat panas sambil berbincang-bincang soal tempat itu.

Awalnya tak ada maksud untuk menulis tempat itu secara lengkap karena saya bukan penulis blog seperti pak Zamroni. Tapi tak apalah, toh ini bisa menambah pengetahuan saya dan mungkin bisa menjadi bahan tulisan di proyek baru pak Jengjeng itu. Seteleh lama berbincang-bincang dan banyak informasi yang sudah saya dapatkan, saya pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam. Ketika saya beranjak ke meja kasir, sang supervisor pun menolak pembayaran yang ingin saya lakukan dan dia berkata “Gak usah dibayar mas, kami senang mas mau nulis tentang tempat ini setidaknya bisa jadi bahan promosi buat kami”. Sesaat saya terkaget, karena awalnya saya tidak bermaksud untuk menulisnya tapi dengan kejadian ini saya bertekad untuk menulisnya nanti ditempat pak Jengjeng.
Mungkin ini cerita suka yang tidak seberapa istimewanya dibanding cerita kalian, tapi saat ini saya melihat bahwa penulis blog bisa makan gratis. Cukup dengan berbekal kamera dan kaos bertuliskan “New Kids on The Blog” dari dagdigdug saya yakin anda sudah bisa menenteng oleh-oleh seperti saya.
Terima kasih untuk DBC dan mas Harsono.
